Roma
12:2 Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang
berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Jangan menjadi serupa
Melalui Roma 12:2, Tuhan menginginkan keserupaan kita bukan menjadi serupa dengan dunia. Tetapi menjadi serupa seperti Kristus (2 Korintus 3:18) “menjadi serupa dengan gambarNya”.
Agar kita menjadi tidak serupa dengan dunia, untuk itu Firman Tuhan memberikan solusi: “berubahlah oleh pembaruan budimu”.
Rasul Paulus menggunakan kata “metamorphoo” untuk kata “berubahlah”. Sebuah akar kata yang kemudian membentuk kata metamorfosis. Metamorphoo mengandung arti: to change into another.
Jangan menjadi serupa
Melalui Roma 12:2, Tuhan menginginkan keserupaan kita bukan menjadi serupa dengan dunia. Tetapi menjadi serupa seperti Kristus (2 Korintus 3:18) “menjadi serupa dengan gambarNya”.
Agar kita menjadi tidak serupa dengan dunia, untuk itu Firman Tuhan memberikan solusi: “berubahlah oleh pembaruan budimu”.
Rasul Paulus menggunakan kata “metamorphoo” untuk kata “berubahlah”. Sebuah akar kata yang kemudian membentuk kata metamorfosis. Metamorphoo mengandung arti: to change into another.
Berubah menjadi bentuk yang lain. Atau dengan kata lain: tidak sama dengan
keadaan sebelumnya.
Metamorphoo bukan merupakan perubahan sementara dari suatu sifat, tetapi benar-benar berubah dari keadaan sebelumnya.
Firman Tuhan menginginkan agar kita terus menerus berubah menjadi manusia yang tidak sama dengan keadaan semula. Manusia yang belum diperbarui. Manusia yang berdosa. Manusia yang sama dengan manusia duniawi. Tetapi menjadi manusia yang serupa dengan Kristus.
Seperti dari telur menjadi kupu-kupu
Proses perubahan dari telur, menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu adalah proses metamorfosis permanen. Ketika telur berubah menjadi ulat, bentuk dan karakter telur benar-benar tidak ada lagi di dalam ulat. Demikian seterusnya.
Metamorphoo bukan merupakan perubahan sementara dari suatu sifat, tetapi benar-benar berubah dari keadaan sebelumnya.
Firman Tuhan menginginkan agar kita terus menerus berubah menjadi manusia yang tidak sama dengan keadaan semula. Manusia yang belum diperbarui. Manusia yang berdosa. Manusia yang sama dengan manusia duniawi. Tetapi menjadi manusia yang serupa dengan Kristus.
Seperti dari telur menjadi kupu-kupu
Proses perubahan dari telur, menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu adalah proses metamorfosis permanen. Ketika telur berubah menjadi ulat, bentuk dan karakter telur benar-benar tidak ada lagi di dalam ulat. Demikian seterusnya.
1. Pembaharuan budimu : greek Nous – Mind ( seperti telur
menetas)
Dalam TB
|
:
|
akal
budiku 5, pikiran 4, akal 3, pikirannya 2, berpikiran sehat 1, Akal 1,
bijaksana 1, dapat dimengerti 1, pikiranmu 1, pikiran-pikiran 1, hatinya 1,
budimu
|
Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Filipi 2 : 5 Hendaklah kamu
dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam
Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya
sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala
yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus
adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Tuhan menghendaki kita seperti Dia – seperti Tuhan Yesus, dalam keseluruhan
pribadi dalam arti gaya hidup kita, cara kita berbicara, penampilan kita, cara berpikir kita, cara kita menangani
pekerjaan, cara kita mengambil keputusan atau menghadapi masalah hidup. Tidak
lagi seperti orang2 dunia – atau orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus.
Berubah dalam pola
pikir -----Ã ketaatan tanpa syarat – mutlak
Ketaatan terhadap apa? Terhadap FIRMAN ALLAH
Ibrani 4 : 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari
pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa
dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran
hati kita.
2.Kamu dapat
membedakan : dokimazo -- dapat menguji
a.
Diuji apa yang BAIK : dari kata AGATOS : excellent
Karena apa yang baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah
Ams
14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi
ujungnya menuju maut.
Ams
16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi
ujungnya menuju maut.
Contoh:
Matius 7
: 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan
mengenal mereka.
21
¶ Bukan setiap orang yang berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang
melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan
demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang
kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari
pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
CONTOH : SUPIR YG MEMBANTU
PERAMPOK BANK
16 Dari
buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari
semak duri atau buah ara dari rumput duri?
17 Demikianlah
setiap pohon yang baik menghasilkan buah
yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
18 Tidak
mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon
yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
19 Dan setiap
pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke
dalam api.
20 Jadi dari
buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
YESUS POKOK ANGGUR YANG BENAR Yoh 15:1 "Akulah
pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.”
BELAJAR PADA YESUS YG ADALAH FIRMAN. FIRMAN TUHAN ADALAH PEDOMAN HIDUP KITA
UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN
MAZ 119:105 Firman-Mu itu
pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
2 TIM 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Maka
alkitab mengatakan, lewat pernyataan Tuhan Yesus “bahwa manusia tidak bisa
hidup tanpa firman Allah”, artinya firman Tuhan adalah makanan rohani yang
dapat membuat kita bertumbuh- iman.
Mat 4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia
hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut
Allah."
Rom 10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh
firman Kristus.
Untuk mencapai perubahan kita harus pegang firman Tuhan, dan jadikan firman
guide dalam hidup kita, karena firman itu adalah TuhanYesus sendiri, Dialah
motivator no. 1 in the world . Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara
kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yoh 1:14
SEPERTI PADA TAHAPAN ULAT /LARVA --- kerjanya Cuma MAKAN
MAKAN TERUS FIRMAN TUHAN.
FILIPI.
4:8 Jadi akhirnya,
saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua
yang suci 5 ,
semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan
patut dipuji, pikirkanlah
semuanya itu.
b.
Diuji apa yang BERKENAN : dari kata euArestos
(yoo-ar'-es-tos)
fully
agreeable:-acceptable | wellpleasing
arti yoo : berbuat baik
arti arestos : hal
itu menyenangkan hati
Perbuatan baik yang menyenangkan hati, berkenan itu adalah satu kata kerja
perbuatan baik yang menyenangkan hati
4:9 Dan apa yang
telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu
dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. u Maka Allah sumber damai sejahtera v akan menyertai kamu.
Kebanyakan kita anak anak Tuhan cukup tahu apa yang baik, tapi tidak
dilakukan.
Yak 2:20
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman
tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Yak 2:26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa
perbuatan-perbuatan adalah mati.
Daud adalah pribadi yang disebut melakukan kehendak Allah pada
jamannya. Definisi dari kata “berkenan” adalah merasa senang (dipakai sebagai
kata penghormatan kepada orang besar). Hati Allah sangat disenangkan oleh Daud,
sehingga Daud dipuji oleh Allah. “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud
menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat
Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala
kehendak-Ku.” (Kis 13:22).
Dalam
terjemahan HCSB (Holman Christian Standard Bible) Daud dilukiskan oleh Allah
sebagai: “…a man loyal to Me, who will carry out all My will”.
Seorang pribadi yang setia, yang melakukan segala perintah Tuhan. Apa yang
membuat Daud menjadi pribadi yang “berkenan” kepada Allah, sehingga dia begitu
dipuji Allah? Mazmur 25:14 berkata, “TUHAN bergaul
karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya
kepada mereka”. Dari ayat ini kita mengetahui bahwa Daud selalu
membangun keintiman dengan Tuhan sehingga dia dikatakan adalah orang berkenan
kepada Allah.
Keintiman berbicara hubungan yang tidak dibatasi oleh situasi dan
kondisi. Daud menjadi pribadi yang setia dan menyenangkan Tuhan karena dia
selalu menyertakan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya baik dalam kegagalan
maupun keberhasilan. Itulah kuncinya mengapa Daud menjadi orang yang berkenan
kepada Allah. Dan buah dari keintimannya, nama Daud tercatat sebagai nenek
moyang dari Yesus, bahkan sampai pada keturunan-keturunan Daud Allah menggenapi
janjiNya. Apakah Anda mau menjadi orang yang berkenan kepada Allah? Mari
belajar seperti Daud yang selalu membangun keintiman dengan Allah dalam segala
kondisi. INTIM DENGAN TUHAN, BERGAUL RAPAT DALAM HADIRATNYA, INI SEPERTI PROSES
“PUPA” HIDUP DALAM KEPOMPONG ILAHI
c. Diuji apa yang SEMPURNA : dari kata TELEIOS orang-orang yang dewasa,
yang matang, dari kata telos lahir kata tetelestai – genap - selesai
EFESUS 4
: 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul
maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar,
12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi
pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman
dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan
penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu
manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
15 tetapi
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, —
yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya,
sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima
pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
17 ¶ Sebab itu
kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama
seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan
pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena
kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan
mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan
mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu
bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
21 Karena kamu
telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut
kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa
kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia
lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu
dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan
mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam
kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
PROSES TERAKHIR METAMORFOSIS : IMAGO – dewasa (bahasa
latin)
Imago Dei.
Menurut kamus Istilah Teologi dapat diartikan bahwa manusia diciptakan menurut
gambar dan rupa Allah.
KITA HARUS HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS
Karena kita manusia yang penuh dengan keterbatasan-kelemahan, kita perlu
pimpinan roh kudus. Tuhan Yesus berjanji , Dia akan berikan kuasa oleh Roh
Kudus; membuat kita tetap bertahan sekalipun sulit.
Kita harus dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita mampu menang dan dan dapat mengalahkan segala kuasa yang ada di dunia ini :
Kita harus dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita mampu menang dan dan dapat mengalahkan segala kuasa yang ada di dunia ini :
1. Menang atas kuasa dosa dan
kedagingan Rom 8:5-6 , Gal 5:16-17 Tuhan Yesus pernah mengingatkan bahwa
roh memang penurut tetapi daging lemah Bahkan Paulus pernah berkata yang tidak
aku kehendaki untuk aku lakukan itulah yang aku perbuat.
2. menang atas pergumulan
hidup Rom 8:26-27 Roh Kudus membantu kita dalam doa
Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya dengan cara mengingatkan
kita tentang kebenaran firman Allah serta memampukan kita untuk hidup sesuai
dengan keinginan Allah.
Agar kehendak Tuhan bisa terlaksana dalam kehidupan kita, kita harus memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup di pimpin oleh Roh kudus bukan berarti bahwa kita akan melakukan kehendak Tuhan secara otomatis dan di luar kesadaran. Roh Kudus bekerja dengan melibatkan kesadaran kita ; emosi, pikiran, dan hati nurani. Perkataan "kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh" berarti bahwa diri kita ikut berperan aktif dalam wujud ketaatan, artinya kita tidak hidup berdasarkan aturan kita, tetapi aturan Tuhan. Kita tidak hidup berdasarkan tujuan kita, tetapi tujuan Tuhan. Aturan dan tujuan Tuhan itu dapat kita ketahui bila kita sungguh-sungguh berusaha memahami firman Allah.
Kehendak Allah -keinginan Roh, seringkali berbeda dengan kehendak manusia -keinginan daging, sehingga hidup dalam pimpinan Roh Kudus berarti bahwa kita harus bersedia melepaskan keinginan kita. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan kepekaan untuk bisa mengenali kehendak Allah dalam seluruh aspek kehidupan kita. Ingatlah bahwa Allah menghendaki agar kita melakukan kehendak-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita tanpa ada pengecualian.
Roma 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."
Agar kehendak Tuhan bisa terlaksana dalam kehidupan kita, kita harus memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup di pimpin oleh Roh kudus bukan berarti bahwa kita akan melakukan kehendak Tuhan secara otomatis dan di luar kesadaran. Roh Kudus bekerja dengan melibatkan kesadaran kita ; emosi, pikiran, dan hati nurani. Perkataan "kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh" berarti bahwa diri kita ikut berperan aktif dalam wujud ketaatan, artinya kita tidak hidup berdasarkan aturan kita, tetapi aturan Tuhan. Kita tidak hidup berdasarkan tujuan kita, tetapi tujuan Tuhan. Aturan dan tujuan Tuhan itu dapat kita ketahui bila kita sungguh-sungguh berusaha memahami firman Allah.
Kehendak Allah -keinginan Roh, seringkali berbeda dengan kehendak manusia -keinginan daging, sehingga hidup dalam pimpinan Roh Kudus berarti bahwa kita harus bersedia melepaskan keinginan kita. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan kepekaan untuk bisa mengenali kehendak Allah dalam seluruh aspek kehidupan kita. Ingatlah bahwa Allah menghendaki agar kita melakukan kehendak-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita tanpa ada pengecualian.
Roma 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."
Roma
8:1-17 "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada
Allah."
Sebagai pengikut Kristus ; kita tidak lagi bisa hidup semaunya sendiri, kita harus memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Sebagai pengikut Kristus ; kita tidak lagi bisa hidup semaunya sendiri, kita harus memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar